Suatu hari, seorang pemuda terbangun dengan kepala yang sangat sakit. Ketika menyentuh kepalanya, ia terkejut—ada sebuah tanduk yang tumbuh di sana. Ia melihat ke cermin dan membayangkan apa yang akan dikatakan orang-orang jika melihatnya. ‘Apa itu di kepalanya?’ ‘Itu tanduk?’ ‘Aneh sekali.’ ‘Seperti monster!’ Pemuda itu merasa takut dan sedih mendengarnya, meski semuanya hanya ada dalam pikirannya. “Siapa aku sebenarnya?” gumamnya. Ia pun melarikan diri masuk ke dalam hutan, berharap bisa menjauh dari semuanya. “Semoga aku bukan monster… kenapa dunia jahat padaku?” katanya sambil berjalan. “Kalau benar aku monster… tolong selamatkan aku.” Tiba-tiba ia terpeleset dan jatuh. Cahaya terang muncul sehingga ia menutupi matanya. Ketika cahaya itu hilang, berdirilah seorang pemuda bersayap di depannya. “Tandukmu indah,” kata pemuda bersayap itu sambil mengulurkan tangan. Pemuda bertanduk itu mengangguk pelan dan berterima kasih. “Ayo ikut aku,” ajak pemuda ber...
Sorot matanya yang tenang di balik poni yang menyelimuti wajahnya, dan senyumnya yang mampu memberikan nilai lebih pada dirinya. Walau aku hanya bisa melihatnya tersenyum dari balik jendela, itu sudah cukup membuatku bahagia, sesenang melihatnya tersenyum secara langsung, terlebih jika senyuman itu untukku. Aku, Kikan, adalah gadis yang canggung, pemalu, dan sering kali merasa tidak percaya diri. Rambut panjangku selalu kuikat rapi, tapi kadang poni yang menutupi wajahku membuatku merasa terkurung. Mataku yang besar sering kali sulit menyembunyikan perasaanku. Aku bukanlah gadis yang menonjol, apalagi dibandingkan dengan teman-temanku yang selalu penuh percaya diri. Aku mulai menyukainya satu bulan yang lalu, saat kami sama-sama terjebak hujan di halte depan sekolah. Awalnya, hari itu terasa sangat menyebalkan. Bajuku yang putih sudah basah terkena cipratan hujan, dan aku mulai kedinginan. Dengan tubuh kecilku yang terbungkus seragam yang basah, aku merasa sangat tidak berdaya. Dan...