Langsung ke konten utama

KELINCI BAHAGIA

Pada suatu hari hiduplah seekor kelinci yang kehadirannya selalu membawa kebahagiaan untuk semua kelinci yang melihatnya. Itu karena si kelinci mempunyai suara tawa yang unik, sehingga kelinci lain yang mendengar suara tawanya pun ikut tertawa. Alasan itu-pun yang membuat si kelinci disebut sebagai kelinci bahagia.

Si kelinci senang dengan sebutan itu, ia pun menjadi sering tertawa. Menurutnya menjadi kelinci yang selalu terlihat bahagia tidaklah buruk, ia hanya harus terus tertawa dan tidak usah menujukkan kesedihannya pada siapapun.

Semenjak itu pun hidupnya selalu dipenuhi dengan kebahagiaan, suara tawa, dan pujian tentang dirinya yang selalu terlihat bahagia tanpa adanya sedikitpun kesedihan. Ia ini kelinci bahagia, ia harus selalu terlihat bahagia, itu pikirnya.

Tanpa sadar, si kelinci mulai lupa rasanya sedih dan ia juga lupa caranya menangis. karena hanya rasa bahagia yang dirasakanya, perlahan-lahan hatinya pun mengeras menjadi batu. Semakin banyak suara tawa yang ia keluarkan, maka semakin cepat hatinya membatu. Dan sebaliknya, semakin banyak ia menangis maka hatinya semakin cepat kembali menjadi seperti biasanya.

Kelinci itu mulai merasakan perubahan pada jantungnya, yang perlahan-lahan mengeras seperti batu. Ia cemas jika nanti hatinya benar-benar menjadi batu, ia akan berakhir sebagai Si Kelinci Keras Hati—seekor kelinci yang hampa dari segala rasa dan tak lagi mengenal arti perasaan.

Si kelinci mulai berpikir bahwa menjadi kelinci bahagia itu buruk, menjadi kelinci yang hanya merasakan kebahagiaan itu akan membuatnya menjadi kelinci keras hati yang tidak tahu rasanya kesedihan apalagi menangis lagi. Si kelinci mengurung diri didalam rumahnya.

Si kelinci tidak mau bertemu dengan kelinci lain karena ia takut nantinya ia malah tertawa dan hatinya akan menjadi batu. Itu sebabnya setiap harinya si kelinci selalu mencoba untuk menangis. Mencoba untuk kembali mengenal rasanya sedih seperti sebelum ia dipanggil dengan sebutan kelinci bahagia.

Tentu saja itu tidak mudah untuk si kelinci, karena ia sudah lama sekali tidak membiarkan rasa sedih itu masuk kedalam hatinya. Si kelinci takut sekali dengan kenyataan bahwa dirinya akan menjadi kelinci keras hati yang hampa.

Si kelinci semakin takut, takut sekali sampai-sampai tanpa sadar air matanya menetes mengenai telapak tangannya, si kelinci pun menangis. Dia Terus menerus menagis dirumahnya tapi anehnya hatinya merasa lega, ia bahagia. akhirnya si kelinci bisa kembali merasakan rasanya sedih walaupun melalui rasa takutnya. Ia juga sudah bisa menangis kembali walau hatinya merasakan kebahagiaan.

Si kelinci bersorak gembira karena hatinya telah pulih, tidak lagi membatu seperti dahulu. Ia tidak akan pernah berubah kembali menjadi si keras hati.

Kini, ia telah menggenggam kesadaran bahwa hati tidak dapat selamanya hanya menampung kebahagiaan. Hati diciptakan untuk menerima seluruh perasaan yang beragam bentuknya: bahagia, sedih, bahkan rasa takut.

"Jangan pernah berpikir bahwa orang lain akan menganggapmu lemah hanya karena menangis," bisik hatinya.

Menangis bukan hanya tanda kesedihan; air mata juga bisa tumpah saat kita merasa amat bahagia. Air mata adalah tanda ketulusan dan bukti nyata bahwa hatimu tidak membatu, melainkan hangat dan hidup. Jangan pernah takut untuk memperlihatkan ketulusan perasaanmu pada dunia.

Selesai >.<

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar dari Ngulek

Kalo kalian pikir ini tulisan mengenai tutorial mengulek bumbu kalian bisa melewati ini , karena tulisan ini berisi pengalaman menyenangkan ketika  penulis  sedang menghaluskan bumbu atau mengulek bumbu masakan di dapur. Mengulek itu menggiling (melumatkan) cabai dengan ulek menurut KBBI, tapi kita semua tahu bahwa yang bisa di giling atau dihaluskan dengan ulek itu juga mencakup bumbu-bumbu dapur lainnya, seperti bawang merah, ketumbar, kunyit, kencur, dan sebagainya. Ulek disini berarti alat yang terbuat dari kayu atau batu untuk menggiling (melumatkan) cabai, rempah-rempah dan sebagainya, yang biasa kita kenal dengan cobek.  Oke stop sampai sini  tentang pengertian mengulek, kalian pasti bisa mencarinya sendiri. Kita b alik lagi pada pembahasan diawal, tentang pengalaman menyenangkan ketika sedang mengulek. Jujur saja mengulek merupakan salah satu kegiatan yang menyenangkan bagi saya , karena ketika sedang mengulek kita  bisa bengong tanpa terlihat sedang ben...

Masalah Kecil

Layar ponsel menampilkan wajahnya yang kusut dan sedikit marah. Aku menatap layar, menahan emosi sendiri. “Kamu akhir-akhir ini cuek,” ucapku, menahan nada kesal. “Kayak… aku nggak penting lagi buat kamu.” Dia menunduk sebentar. “Aku… nggak maksud gitu,” jawabnya pelan. Aku menghela napas. “Kamu sibuk kerja, aku ngerti. Tapi aku nggak mau ngerasa sendirian terus. Kamu bikin aku ngerasa dicuekin…” Hening sejenak. Lalu layar ponsel mati. Aku terkejut. Dia menutup panggilan. Hatiku campur aduk antara marah dan cemas. Setelah beberapa menit, dia menelepon lagi. Wajahnya sedikit memerah, matanya tampak sembab, tapi dia mencoba tersenyum. “Maaf… tadi aku… cuma butuh waktu sebentar,” katanya. Suaranya terdengar agak serak, berbeda dari biasanya. Aku menatapnya dengan seksama. “Eh… kamu abis nangis, kan?” tanyaku, setengah tersenyum. Rasa ingin memarahinya hilang. Aku tidak menyangka ia akan menangis hanya karna aku mengatakan ia sedikit berbeda akhir-akhir ini. Dia menunduk, tak b...

Bahagiaku

Jangan berpikir untuk menaruh kebahagiaan pada orang lain, menargetkan seseorang sebagai patokan kebahagiaan dirimu. Seperti halnya 'Aku akan bahagia bila bersama dengannya' atau 'Apa pun yang membuatnya bahagia, itu pula yang membuatku bahagia'. Jangan membiarkannya mengunci kesenangan dirimu, pikirkan bahwa bahagiamu keputusanmu, semua kendalinya ada padamu. Ingin atau tidaknya kamu bahagia, bisa atau tidaknya kamu bahagia, kehendaknya ada padamu. Sederhananya, kamu harus bahagia karena dirimu sendiri yang menginginkannya.