Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2025

Skala, Pemuda Bertanduk

  Suatu hari, seorang pemuda terbangun dengan kepala yang sangat sakit. Ketika menyentuh kepalanya, ia terkejut—ada sebuah tanduk yang tumbuh di sana. Ia melihat ke cermin dan membayangkan apa yang akan dikatakan orang-orang jika melihatnya. ‘Apa itu di kepalanya?’ ‘Itu tanduk?’ ‘Aneh sekali.’ ‘Seperti monster!’ Pemuda itu merasa takut dan sedih mendengarnya, meski semuanya hanya ada dalam pikirannya. “Siapa aku sebenarnya?” gumamnya. Ia pun melarikan diri masuk ke dalam hutan, berharap bisa menjauh dari semuanya. “Semoga aku bukan monster… kenapa dunia jahat padaku?” katanya sambil berjalan. “Kalau benar aku monster… tolong selamatkan aku.” Tiba-tiba ia terpeleset dan jatuh. Cahaya terang muncul sehingga ia menutupi matanya. Ketika cahaya itu hilang, berdirilah seorang pemuda bersayap di depannya. “Tandukmu indah,” kata pemuda bersayap itu sambil mengulurkan tangan. Pemuda bertanduk itu mengangguk pelan dan berterima kasih. “Ayo ikut aku,” ajak pemuda ber...

Dibalik Jendela

Sorot matanya yang tenang di balik poni yang menyelimuti wajahnya, dan senyumnya yang mampu memberikan nilai lebih pada dirinya. Walau aku hanya bisa melihatnya tersenyum dari balik jendela, itu sudah cukup membuatku bahagia, sesenang melihatnya tersenyum secara langsung, terlebih jika senyuman itu untukku. Aku, Kikan, adalah gadis yang canggung, pemalu, dan sering kali merasa tidak percaya diri. Rambut panjangku selalu kuikat rapi, tapi kadang poni yang menutupi wajahku membuatku merasa terkurung. Mataku yang besar sering kali sulit menyembunyikan perasaanku. Aku bukanlah gadis yang menonjol, apalagi dibandingkan dengan teman-temanku yang selalu penuh percaya diri. Aku mulai menyukainya satu bulan yang lalu, saat kami sama-sama terjebak hujan di halte depan sekolah. Awalnya, hari itu terasa sangat menyebalkan. Bajuku yang putih sudah basah terkena cipratan hujan, dan aku mulai kedinginan. Dengan tubuh kecilku yang terbungkus seragam yang basah, aku merasa sangat tidak berdaya. Dan...

Putri Kunyit

Di sebuah kerajaan jauh di ujung lembah rempah, berdirilah Kastil Boemboe yang megah berkilauan. Di dalamnya tinggal seorang putri bernama Putri Kunyit — gadis berkulit kuning keemasan, berhati lembut, dan selalu tersenyum pada siapa pun yang ditemuinya. Bagi rakyat, Putri Kunyit tampak sempurna. Mereka sering berbisik kagum, “Ah, lihatlah Putri Kunyit! Pasti hidupnya tanpa cela.” Namun, tak ada yang tahu bahwa di balik senyum dan cahaya kastil itu, Putri Kunyit menyimpan banyak kekurangan dan keraguan yang tak terlihat. Ia sering merasa tidak seindah sepupunya, Putri Jahe Putih, yang kulitnya putih bersih, tinggi semampai dan rambutnya berkilau seperti salju. “Kenapa aku tidak secantik dia?” gumam Putri Kunyit setiap kali bercermin di kolam istana. Ia membandingkan dirinya, padahal tak pernah sekali pun Putri Jahe Putih melakukannya. Suatu hari, kerajaan itu kedatangan Pangeran dari Negeri Ramoean, yang terkenal bijak dan rendah hati. Raja dan Ratu mengadakan pesta di aula b...

KELINCI BAHAGIA

Pada suatu hari hiduplah seekor kelinci yang kehadirannya selalu membawa kebahagiaan untuk semua kelinci yang melihatnya. Itu karena si kelinci mempunyai suara tawa yang unik , sehingga kelinci lain yang mendengar suara tawanya pun ikut tertawa. Alasan itu-pun yang membuat si kelinci disebut sebagai kelinci bahagia. Si kelinci senang dengan sebutan itu, ia pun menjadi sering tertawa. Menurutnya menjadi kelinci yang selalu terlihat bahagia tidak lah buruk, ia hanya harus terus tertawa dan tidak usah menujukkan kesedihannya pada siapapun . Semenjak itu pun hidupnya selalu dipenuhi dengan kebahagiaan, suara tawa, dan pujian tentang dirinya yang selalu terlihat bahagia tanpa adanya sedikitpun kesedihan. Ia ini kelinci bahagia, ia harus selalu terlihat bahagia, itu pikirnya. Tanpa sadar, si kelinci mulai lupa rasanya sedih dan ia juga lupa caranya menangis. karena hanya rasa bahagia yang dirasakanya, perlahan-lahan hatinya pun mengeras menjadi batu. Semakin banyak suara tawa yang ia ...