Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2022

Perpus

  Jam istirahat untuk isoma adalah saat yang tepat untuk pergi ke perpustakaan. Bukan untuk membaca buku, melainkan melupakan semua kesuntukan selama di sekolah, yang biasanya kami sebut dengan istilah 'ngadem'. Tapi tidak semua sepertiku, banyak juga yang datang untuk meminjam buku, membaca buku, dan ada juga yang sengaja mengerjakan tugas disini. Sama halnya seperti seseorang yang selalu kuperhatikan saat datang ke perpustakaan. Mungkin juga karenanya, aku jadi sering sekali ke perpustakaan. Namanya adalah Ezra Danuar, dia bukan termasuk cowo populer di sekolah, tapi menurutku dia punya semua kriteria untuk menjadi populer. Dia cukup pintar, tampan, badannya tinggi, dan paling penting dia tipeku. Hanya satu kekurangannya, dia tidak tahu aku ada di dunia ini. Setelah mengisi daftar hadir yang memang wajib diisi, aku dan temanku mengambil buku, sebenaranya hanya untuk formalitas. Kemudian menuju markas kami atau tempat favorit kami, yaitu di pojokan dekat dengan pendingin...

Kamu dan Kopi Sachet

  Seperti sabtu malam biasanya, seseorang dengan vespa metik hitamnya memasuki halaman rumahku. Mengucap salam lalu memberikan bungkusan kresek hitam yang sudah dipastikan itu martabak manis keju, karena itu kesukaanku. Dia si penikmat kopi sachet buatanku. Si abdi negara yang selalu menyempatkan diri menemuiku dimasa-masa pelatihannya. Si pendiam yang manis namun cerewet jika sudah bersamaku. Si usil yang hanya jahil padaku. Dan si dia yang terus-menerus membuat diriku merasa berharga. Sudah dua tahun menjalin rasa dengannya. Melewati masa sulit sampai bahagia bersama. Walaupun hampir tiap minggu bertemu, tapi rasanya tak cukup. Apalagi aku dengar dia akan pergi bertugas, tak tahu sampai kapan. Itu rahasia ucapnya, aku tahu tapi pasti akan rindu. Ini bukan tugas pertamanya sebagai pasukan khusus. Tapi aku selalu takut dia tak kembali dan tak ada lagi dibumi. Bisa-bisa aku yang nanti melupakannya. “Aku pasti kangen” ucapku menunduk, menandakan ucapan yang benar-benar dari h...